Contoh Soal Perdagangan Internasional dan Aktivitas Lalu Lintas Barang - Muhammad Teguh Budianto

Breaking

"Berbagi pengalaman melalui tulisan"

Sabtu, 01 Desember 2018

Contoh Soal Perdagangan Internasional dan Aktivitas Lalu Lintas Barang

   www.deguh.com - Contoh Soal Perdagangan Internasional dan Aktivitas Lalu Lintas Barang. Pada artikel kali ini, deguh.com akan memberi sedikit ulasan mengenai materi ilmu ekonomi yakni lebih tepatnya materi Kumpulan Contoh Soal Perdagangan Internasional dan Aktivitas Lalu Lintas Barang.



SOAL!
  1. Sebutkan beberapa contoh negara yang memiliki keterbatasan sumber daya hingga harus megimpor suatu barang dari negara lain! 
  2. Apa yang saudara ketahui perihal pergeseran selera dalam perdagangan, jelaskan!
  3. Setiap negara memiliki keunggulan dengan banyak teori perbedaan keunggulan mendukungnya, coba jelaskan teori keunggulan mutlak (Absolute Advantage) oleh Adam Smith!
  4. Jelaskan teori keunggulan komparatif (Comparative Advantage) oleh David Ricardo!
  5. Perdagangan internasional juga terjadi karena ada pergeseran teknologi, coba jelaskan dan berikan contohnya!
  6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sales contract!
  7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Letter of Credit!
  8. Sebutkan fungsi Bill of Lading!
  9. Jelaskan pengertian cara pembayaran dalam perdagangan internasional dengan menggunakan open account!
  10. Jelaskan perbedaaan syarat penyerahan barang antara FOB dan CIF!

JAWAB

1. Negara yang memiliki keterbatasan sumber daya hingga harus megimpor suatu barang dari negara lain ialah:

  • Belgia
Dihimpit oleh negara-negara berkekuatan ekonomi tinggi seperti Jerman, Perancis, dan Inggris, tidak memberikan banyak kesempatan kepada Belgia untuk membangun basis manufaktur yang kuat. Belgia juga merupakan negara dengan minim kekayaan alam, dan harus mengimpor bahan baku mentah atau setengah jadi, yang kemudian diolah untuk diekspor. Satu-satunya sumber daya alam yang dimiliki Belgia adalah batu bara. Untuk bahan-bahan baku mentah, Belgia sangat bergantung pada impor dari negara lain, sehingga Belgia pun sangat riskan terkena dampak kenaikan harga pasar dan komoditas global. Meski begitu, Belgia berhasil menjadi salah satu negara maju dalam hal ekonomi. Negeri ini mengekspor mesin dan peralatan, bahan kimia, berlian yang telah diolah, produk logam, sampai makanan.

  • Italia
Italia tercatat mengimpor 99,7% bahan bakar padat, 92,5 % minyak, dan 91,2% gas alam. Fakta itu sudah cukup menjelaskan bagaimana kondisi alam Italia secara keseluruhan. Sumber daya alam Italia memang bisa dibilang terbatas, sehingga kebutuhan bahan-bahan baku harus mengandalkan impor. Italia bahkan termasuk sedikit memiliki gedung pencakar langit, seperti yang biasa ada di negara-negara maju. Tapi, Italia termasuk negara maju, dengan tingkat perekonomian yang besar, bahkan terkemuka di dunia. Negara ini mengekspor produk-produk teknik, tekstil, pakaian, mesin otomotif, peralatan transportasi, bahan kimia, logam halus, sampai barang barang mewah. Italia juga termasuk salah satu negara yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

  • Jepang
Wilayah Jepang memiliki banyak pegunungan serta gunung gunung api yang masih aktif. Jepang juga cukup rentan dilanda bencana, seperti gempa bumi dan lainnya. Dari sisi alam, bisa dibilang Jepang adalah negeri yang kurang beruntung. Negara ini memang memiliki sumber daya alam, tapi jumlahnya sangat terbatas dan tidak memadai untuk menopang pertumbuhan ekonomi negara dan jumlah penduduk yang cukup besar. Karenanya, untuk kebutuhan bahan baku, Jepang sangat bergantung pada impor luar negeri. Hebatnya, meski menghadapi masalah seperti itupun, Jepang mampu membuktikan diri sebagai negara maju dan sangat hebat dalam teknologi. Jepang mengeskpor banyak hasil usaha mereka ke berbagai negara, mulai dari komputer, mobil, tembaga, besi, semikonduktor, dan lain-lain. Produk-produk elektronik mereka juga masuk ke miliyaran rumah penduduk di berbagai belahan dunia.

  • Korea Selatan
Korea Utara memang memiliki kandungan alam yang kaya berupa mineral. Namun, Korea Selatan tidak memilki keberuntungan yang sama. Sumber daya alam di Korea Selatan bisa dibilang sangat terbatas. Karenanya, sebagaimana Jepang, Korea Selatan juga sangat bergantung pada bahan-bahan yang diimpor dari luar negeri untuk menopang industri dalam negeri dan kebutuhan penduduk yang besar. Kebangkitan Korea Selatan dalam industri dimulai pada era 1960 an. Selain terkenal sebagai negeri gingseng, Korea Selatan juga terkenal sebagai negaraa pengeskpor peralatan komunikasi nirkabel, komputer, baja, kapal, semikonduktor, otomotif, petrokimia, sampai barang barang elektronik canggih. Saat ini, Korea Selatan telah menjadi salah satu negara yang terus berkembang dengan perekonomian yang besar.

  • Singapura
Dalam hal kekayaan alam, bisa dibilang Singapura tidak ada apa-apanya dibandingkan Indonesia. Dalam hal luas wilayah, Singapura hanya setara dengan salah satu kota besar di Indonesia. Tapi dalam hal kemajuan negara dan tingkat ekonomi, Indonesia kalah telak jika dibandingkan dengan Singapura. Singapura tidak memiliki kekayaan alam yang bisa diandalkan. Bahkan negara itu pernah sampai mengimpor air dari Malaysia, untuk memenuhi kebutuhan penduduk disana. Tetapi, meski begitu, Singapura menjadi negara maju dengan perekonomian yang makmur. Singapura mengekspor makanan dan minuman, obat-obatan, bahan kimia, dan minyak halus. Sebanyak 48 persen ekspor Singapura merupakan barang hasil olahan ulang yang kemudian di ekspor. Singapura juga memiliki kontribusi sebesar 10 % dalam produksi semikonduktor di dunia.

  • Swiss
Mirip Belgia, Swiss dikelilingi oleh negara-negara industri utama seperti Jerman, Perancis, dan Italia. Yang menjadi masalah, juga mirip Belgia, Swiss tidak memiliki sumber daya alam yang bisa diandalkan, sehingga sangat bergantung pada hasil impor. Karena kesadaran itu pula, Swiss pun memusatkan perhatian usahanya pada industri pertanian. Negara ini memiliki keunggulan dalam hal proses pengolahan makanan, memproduksi makanan multinasional, selain juga hebat dalam meproduksi jam tangan mewah. Diantara merek terkenal produksi mereka adalah Rolex dan Swatch. Sementara eskpor utama Swiss adalah bahan kimia, mesin, jam tangan, produk pertanian, dan bahan makanan.

  • Taiwan
Jepang menjajah Taiwan selama 50 tahun, dan selama setengah abad itu Jepang bisa dibilang menguras habis sumber daya alam yang ada di Taiwan. Ketika perang dunia 2 berakhir, Taiwan menghadapi krisis sumber daya alam, sehingga mereka terpaksa mengimpor bahan baku dari luar negeri. Karenanya sebanyak 90 % kebutuhan industri Taiwan diperoleh dari negara asing. Meski begitu, Taiwan mampu mengolah keterbatasannya hingga menjadi negara maju dengan industri yang membumbung pesat, khususnya dalam bidang semikonduktor. Pada 2010, Taiwan bahkan sukses menjadi produsen semikonduktor nomor satu dunia, menggeser Jepang yang semula menduduki peringkat tersebut. Dalam hal ekspor, Taiwan mengandalkan ekspor komputer, barang elektronik, mesin, tekstil, plastik, semi konduktor, optik, bahan kimia dan lain-lain.

2. Pergeseran selara dalam perdagangan merupakan salah satu dampak dari perdagangan internasional, yang mana pergeseran selara masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sandang , pangan dan papan. Masyarakat sudah mulai tidak melirik produk lokal dan berbondong-bondong membeli produk asing tanpa diuji dulu apakah barang tersebut layak atau tidak. Masyarakat lebih cenderung mementingkan gengsi daripada kebutuhan sendiri, karena memberi barang impor akan menambah kesehjateraan sosial secara tidak langsung. Adapun contoh pergeseran selera adalah masyarakat zaman sekarang mementingkan gengsi untuk membeli donat pinggiran jalan yang berharga kisaran 1-2 ribu Rupiah dan lebih memilih mengonsumsi produk luar dengan harga rata-rata perbuah 10-15 ribu Rupiah padahal cita rasa yang ditawarkan sama hanya beda dari segi tekstur dan varian toping.

3.Menurut Adam Smith, teori keunggulan mutlak adalah keunggulan alamiah yang diperoleh suatu negara yang memiliki sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Contoh: pada zaman dahulu Indonesia dijajah oleh negara asing karena memiliki keunggulan mutlak akan rempah rempah, dan di zaman sekarang, di era globalisasi ini Indonesia memiliki keunggulan mutlak akan hasil hutan yang tidak tertandingi seperti karet, buah lokal, hasil kayu, dll.

4.Teori keunggulan komparatif oleh David Ricardo adalah kemampuan dimana negara tersebut mempunyai spesialisasi di bidang tertentu dengan produksi yang intensif serta biaya produksi yang relatif rendah. Contoh: Indonesia sebagai penghasil beras dengan tingkat produksi pertahun 1 juta ton dengan biaya produksi 500 juta Rupiah sedangkan Thailand dengan produksi beras pertahun mencapai 1,5 juta ton dengan biaya produksi 400 juta Rupiah, berdasarkan contoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Indonesia yang adalah negara agraris masih membutuhkan biaya yang besar dalam memproduksi suatu barang sedangkan Thailand dengan produksi beras yang lebih tinggi akan tetapi biaya yang ditimbulkan tidaklah sebanyak biaya yang dikeluarkan Indonesia.

5. Sekarang dunia telah memasuki revolusi industri ke 4, kemajuan teknologi bukanlah hal yang awam lagi, semua aktivitas masyarakat didunia, tidak bisa dijauhkan dari produk-produk teknologi. Perdagangan internasional juga disebabkan oleh adanya teknologi yang kian maju. Dahulu kala, perdagangan internasional harus dilakukan disatu tempat sesuai dengan kontrak yang dibuat, sekarang perdagangan internasional dapat dilakukan dimana saja akibat dari kemajuan teknologi yang semakin mukhtahir. Alat alat penunjang kegiatan suatu pemerintahan diproduksi semakin bagus oleh negara –negara maju, sedangkan negara negara yang berkembang hanya dapat mengonsumsi produk unggulan negara maju salah satunya produk teknologi.

6. Sales contract atau kontrak penjualan adalah dokumen/surat persetujuan antara penjual dan pembeli yang merupakan follow up dari purchase order yang diminta importer. Isinya mengenai syarat-syarat pembayaran barang yang akan dijual, seperti harga, mutu, jumlah, cara pengangkutan, pembayaran asuransi dan sebagainya.

7. Letter of credit adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh suatu bank atas permintaan importir yang ditujukan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi relasi importir tersebut, yang memberikan hak kepada eksportir itu untuk menarik wesel-wesel atas importir yang bersangkutan. Sistem pembayaran dengan L/C merupakan cara yang paling aman bagi eksportir untuk memperoleh hasil dari penjualan barangnya, sepanjang eskportir dapat menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang syaratkan dalam L/C.

8. Adapun fungsi Bill of Lading adalah:
a.       Bukti tanda penerimaan barang, yaitu barang barang yang diterima oleh carrier atau shipper ke suatu tempat tujuan dan selanjutnya menyerahkan barang tersebut kepada pihak penerima consignee atau importer

b.      Bukti pemilikan atas barang, yang menyatakan bahwa orang yang memegang B/L merupakan pemilik dari barang-barang yang tercantum pada B/L

c.       Bukti perjanjian pengangkutan dan penyerahan barang antara pihak pengangkut dengan pengiriman.

     9. Adapun sistem pembayaran menggunakan pembayaran kemudian harus memiliki prasyarat sebagai berikut:
a.       Ada kepercayaan penuh antara eksportir dan importir
b.      Barang-barang dan dokumen akan langsung dikirim kepada pembeli
c.       Eksportir kelebihan dana
d.      Eksportir yakin tidak ada peraturan dinegara importir yang melarang transfer pembayaran.
Dan mekanisme pembayaran dalam pembayaran kemudian adalah:
a.       Penjual meyerahkan barang tertentu kepada pembeli
b.      Barang dikirimkan kepada pembeli
c.       Penjual mengirimkan dokumen-dokumen komersial kepada pembeli
d.      Pembeli meyerahkan sejumlah uang tertentu kepada penjual

      10. FOB (Free On Board)
Penyerahan barang dilakukan oleh penjual dalam keadaan sudah mendapatkan izin ekspor dan titik peralihan tanggung jawab terhadap barang terjadi ketika barang sudah berada di atas kapal CIF (Cost, Insurance and Freight).
Penyerahan barang dilakukan oleh penjual hingga barang tersebut berada diatas kapal dan biaya transportasi ditanggung oleh penjual hingga barang tersebut tiba di pelabuhan tujuan termasuk asuransi terhadap barang tersebut sepenuhnya ditanggung oleh penjual.
Perbedaan keduannya adalah FOB tidak bertanggung jawab ketika barang di atas kapal dan dalam perjalanan ke pelabuhan tujuan serta asuransi terhadap barang tersebut bukanlah tanggung jawab penjual melainkan pembeli, sedangkan CIF bertanggungjawab atas biaya transpportasi hingga ke pelabuhan tujuan dan asuransi terhadap barang sepenuhnya menjadi milik penjual hingga barang tersebu sampai di dermaga tujuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar