Jumat, 20 April 2018

Selamat Hari Ganja Sedunia

   Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Hidup didunia yang fana ini adalah mesin waktu yang berasal dari masa lalu, masa kini dan masa depan. Banyak hal-hal yang berkaitan dengan masa lalu dan itu dijadikan serta diasumsikan sebagai sebuah sejarah dalam kehidupan manusia. Pada hari ini tepat pada tanggal 20 April diperingati sebagai Hari Ganja Sedunia. Lalu apa yang mendasari 20 April diperingati sebagai Hari Ganja Sedunia?
Sejarah 420 menjadi simbol penggunaan dan apresiasi terhadap ganja nyatanya memiliki banyak sekali versi dan juga hingga saat ini belum bisa dipastikan mana yang benar. Versi yang paling banyak beredar tentang sejarah 420 ialah kisah tentang geng remaja penghisap ganja di San Rafael, California pada sekitar tahun 1970. Geng remaja ini dijuluki Waldos, karena mereka sering ‘nongkrong’ di dekat dinding luar sekolah mereka.


   Geng Waldos sering bertemu di bawah patung Louis Pasteur di San Rafael setelah pulang sekolah, sekitar pukul 4:20 pm untuk menghisap ganja. Setiap hendak mengadakan pertemuan, saat bertemu di sekolah, mereka mengatakan kepada anggota lainnya dengan nada “420 Louis”. Kode ini memiliki arti “Ayo bertemu di bawah patung Louis Pasteur jam 04:20 pm untuk menghisap ganja”. Penggunaan kode 420 ini entah bagaimana akhirnya terungkap dan banyak digunakan hingga saat ini. Bukan hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga menyebar ke seluruh kota dan akhirnya mendunia.
Versi lain dari sejarah dari 420 nyatanya juga melibatkan kelompok anak muda yang dijuluki The Bebes. Dalam sejarah 420 The Bebes, pencetus kode 420 bukanlah Waldos, melainkan The Bebes. Geng The Bebes juga tinggal di San Rafael, California. Menurut The Bebes, merekalah pencetus 420 yang sebenarnya dan Waldos merupakan kelompok yang membantu menyebarluaskan 420 di berbagai macam negara.

   Meskipun sama-sama mengaku sebagai pencetus istilah dari 420, The Bebes dan Waldos masih menjadi teman baik hingga saat ini. Istilah 420 kemudian digunakan untuk menentukan Hari Ganja Internasional yang mana selalu diperingati pada setiap tahunnya pada tanggal 20 April. Angka 4 pada 420 menjadi acuan untuk menentukan bulan, sementara angka 20 menjadi acuan untuk menentukan tanggal. Walaupun ganja masih diklasifikasikan sebagai barang ilegal di beberapa negara, namun kampanye dan perayaan Hari Ganja Internasional tetap berjalan. Orang-orang dari negara-negara di seluruh dunia berkumpul untuk mengkampanyekan pelegalan ganja.

   Tahukah kamu bahwasannya sejak ribuan tahun yang lalu, tanaman ganja sebenarnya telah dipakai dalam hal pengobatan herbal. Akan tetapi, pemakaian ganja untuk pengobatan modern di seluruh dunia masih menuai berbagai macam kontroversi. Pelarangan ganja untuk dipakai dalam pengobatan antara lain karena kekhawatiran meluasnya "penyalahgunaan" ganja atau marijuana. Di banyak negara, diseluruh penjuru dunia, ganja masih dianggap sebagai jenis narkotika yang dilarang.

   Dalam studi terbaru yang dimuat dalam jurnal Drug and Alcohol Dependence diungkapkah bahwasannya terdapat berbagai macam manfaat jika ganja untuk pengobatan medis dilegalkan. Penelitian ini dilakukan total di 27 negara bagian di Amerika Serikat antara tahun 1997 hingga tahun 2014. Ketika ganja sebagai obat dilegalkan, ternyata angka perawatan rumah sakit karena ketagihan ganja turun sampai 23 persen. Bukan hanya itu, tingkat overdosis juga menurun sebesar 11 persen.

   Yuyan Shi, selaku ketua penelitian mengatakan bahwa memang terlalu dini untuk menyebut hasil penelitiannya bisa dipakai untuk mendukung legalisasi ganja sebagai cara mencegah kecanduan dan overdosis.
"Walau begitu, pembuat kebijakan seharusnya juga mempertimbangkan konsekuensi positif dari melegalkan ganja dalam pengobatan," kata Shi, asisten profesr kedokteran keluarga dan kesehatan masyarakat dari Universitas California di San Diego.

   Itu dia tulisan saya mengenai sejarah serta pro dan kontra tentang tanaman yang satu ini, setiap manusia diberikan ide dan berhak berargumen tentang apapun itu, berbijaklah pada saat berkomentar. Semoga tulisan pada artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda semua, kurang lebihnya saya selaku penulis memohon maaf.

Kamis, 12 April 2018

Nikmati Sensasi Arung Jeram di Riam Pangar

   Halo teman-teman semua? Gimana nih kabar kalian dipertengahan bulan april kali ini? Semoga selalu diberikan kesehatan ya Aamiin, terutama untuk adik-adik yang sedang melaksanakan ujian nasional harus semangat ya karena sebentar lagi kalian akan libur panjang loh dan tentunya sangat enak untuk jalan-jalan sembari ngetrip. Nah, pada artikel kali ini teguh akan memberikan sedikit pengalaman nih pada saat kemarin berkunjung dan berwisata alam di Riam Pangar.


   Dimana sih Riam Pangar itu? Riam Pangar merupakan kawasan wisata alam yang menyajikan keindahan alam yang berbentuk air terjun yang berlokasi di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Riam Pangar tidaklah jauh dari riam-riam yang sudah terkenal sebelumnya misalnya saja Riam Merasap atau juga dikenal dengan nama Riam Berasap. Saya kemarin berkunjung ke Riam Pangar bersama 12 orang teman dengan menggunakan kendaraaan roda empat dan selama diperjalanan kurang lebih dari Pontianak menuju ke Riam Pangar membutuhkan waktu kurang lebih enam jam.



   Untuk Anda yang baru pertama kali ke daerah Sanggau Ledo dan tidak tau jalan menuju kesana maka Anda tidak usah takut dan khawatir sebab telah banyak sekali semacam rambu yang membantu Anda disaat persimpamgan serta Anda juga bisa memanfaatkan Google Maps untuk dapat menuju ke lokasi Riam dengan mudah. Untuk masalah tiket masuk Anda tidak usah khawatir sebab harga parkir dan tiket masuk sangatlah terjangkau, untuk parkir roda dua dipungut dengan tarif sebesar Rp.5.000 dan untuk roda empat tarif parkirnya sebesar Rp.10.000 . Untuk tiket masuknya ialah satu orang dipungut tiket masuk sebesar Rp.5.000. Sangat terjangkau bukan?



   Apa sih alasan mengapa kalian harus ke Riam Pangar? Nah, alasannya adalah bukan hanya biayanya yang cukup murah untuk bisa berwisata kesini, dan juga akses jalan yang mudah dijangkau. Disini Anda bisa menikmati sensasi berarung jeram dan dikatakan bahwasannya hanya di Riam Pangar satu-satunya spot untuk arung jeram di Kalimantan Barat. Jarak untuk arung jeram itu sendiri kurang lebih sekitar tiga kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam dengan biaya alat-alat kurang lebih sekitar Rp. 50.000 dan bisa saja biaya ini berubah sewaktu-waktu.



   Itu dia sedikit pengalaman yang dapat saya sampaikan pada artikel kali ini, semoga informasi yang saya berikan ini bermanfaat untuk Anda, kurang lebihnya mohon maaf. Selamat berlibur dan selamat menikmati sensasi Riam Pangar teman-teman.
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html