Langit pun pernah menangis - Muhammad Teguh Budianto

Breaking

"Berbagi pengalaman melalui tulisan"

Rabu, 18 Januari 2017

Langit pun pernah menangis

Siapa yang menyangka langit yang selalu ceria
Yang siap memberikan sang surya
Untuk sekedar membantu manusia dan mahluk lainnya
Menerangi pekerjaaan serta aktivitas mereka

Bayangkan saja
Tatkala sehari saja
Sang surya malas atau tak mau hadir di pagi kita
Apa yang akan terjadi dengan seisi dunia?

Tugas dan fungsinya bagaikan nafas
Surya siap memberi sinar diatas kanvas
Untuk para pesajak menulis dibawah kertas
Meluapkan dan berkarya sesuai jiwa

Berikan pijar matahari mu dengan ikhlas
Sebab kau selalu memberikan kami rasa puas
Walau kadang banyak binatang buas
Menunggu mangsa dihutan luas

Bukan hanya manusia
Bukan hanya hewan melata
Bukan hanya wanita dan juga pria

Tapi langit pun penah bersedih dan menangis lewat kucuran air yang ia turunkan semaunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar