Latihan Soal Pengantar Akuntansi Semester 1 - Muhammad Teguh Budianto

Breaking

"Berbagi pengalaman melalui tulisan"

Senin, 19 September 2016

Latihan Soal Pengantar Akuntansi Semester 1

1. Siapa Bapak Akuntansi?
2. Sebutkan prinsip-prinsip Akuntansi!
3. Sebutkan bidang ilmu Akuntansi!
4. Sebutkan profesi Akuntan!
5. Jelaskan perbedaan tata buku dengan Akuntansi?
6. Ada berapa proses didalam Akuntansi?

Jawaban

1. Bapak Akuntansi adalah Fra Luca Bartolomeo de Pacioli

2. Prinsip-prinsip Akuntansi sebagai berikut:

    1. Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)
Prinsip Entitas Ekonomi atau yang sering juga disebut prinsip kesatuan entitas merupakan konsep kesatuan usaha dimana akuntansi menganggap bahwa perusahaan adalah sebuah kesatuan ekonomi yang berdiri sendiri dan terpisah dengan pribadi pemilik ataupun entitas ekonomi yang lain. Akuntansi memisahkan dengan jelas kekayaan atau aset perusahaan tidak boleh dicampur dengan kekayaan pribadi pemilik perusahaan. Jadi seluruh pencatatan atas seluruh transaksi yang terjadi tidak diperbolehkan bercampur antara pencatatan usaha dengan transaksi pemilik.
Hal ini juga berlaku untuk kewajiban, kewajiban atau hutang pribadi perusahaan harus dipisahkan dengan jelas dari kewajiban perusahaan sehingga ada pemisahan tanggung jawab terhadap keuangan yang jelas

2. Prinsip Periode Akuntansi
Pada Prinsip Periode Akuntansi atau yang juga disebut prinsip kurun waktu, penilaian dan pelaporan keuangan perusahaan dibatasi oleh periode waktu tertentu, hal ini bertujuan supaya informasi keuangan bisa dihasilkan tidak harus menunggu usaha yang tengah dijalankan tutup. Umumnya, perusahaan menjalankan usahanya berdasarkan periode periode akuntansi semisal dimulai tanggal 1 Januari hingga tanggal 31 Desember

3. Prinsip Biaya Historis
Prinsip Biaya Historis mengharuskan setiap barang atau jasa yang diperoleh dicatat berdasarkan semua biaya yang dikeluarkan dalam mendapatkannya. Apabila terjadi proses tawar menawar, yang dinilai adalah harga jadi sesuai kesepakatan. Berbagai cara bisa digunakan dalam menilai sebuah aset yang dibeli meliputi nilai buku, nilai pasar, nilai ganti ataupun nilai tunai. Dalam standar GAAP, Prinsip ini harus mempergunakan harga perolehan atau yang juga disebut juga harga akuisisi didalam pencatatan perolehan aset (aktiva), Hutang, Modal (equitas) dan biaya.
Lebih lanjut harga perolehan adalah harga pertukaran yang telah disepakatai oleh kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi. Semisal apabila perusahaan membeli tanah yang harga pasaran dilokasi tersebut sebesar 100 juta, dan perusahaan membelinya hanya dengan 80 juta, maka yang dicatat dan diakui adalah harga tanah yang 80 juta, harga kesepakatan dengan penjualan.
Untuk lebih jelas mengenai harga perolehan, Sebelumnya sudah saya bahas di: Perolehan Aktiva Tetap

4. Prinsip Satuan Moneter
Prinsip Satuan Moneter menyatakan bahwa pencatatan transaksi hanya yang dinyatakan didalam bentuk mata uang tanpa melibatkan bagian non-kualitatif semisal mutu, prestasi, kestrategisan usaha dan lain lainnya yang tidak bisa dilaporkan atau tidak bisa dinilai dalam bentuk uang tidak bisa dilaporakan pada laporan keuangan walau informasi informasi ini bisa jadi sangat relevan dan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Semua pencatatan hanya terbatas pada segala yang bisa diukur dengan satuan uang.

5. Prinsip Kesinambungan Usaha (Going Concern)
Prinsip ini menganggap bahwa sebuah entitas bisnis berjalan secara terus menerus berkesinambungan tanpa ada pembubaran atau penghentian kecuali terdapat peristiwa tertentu yang bisa menyanggahnya

6. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)
Laporan keuangan harus menyajikan informasi informasi yang informatif serta dimaklumkan sepenuhnya.

Prinsip Pengungkapan Penuh merupakan prinsip dimana akuntansi menyajikan informasi yang sangat lengkap dalam laporan keuangan. Namun, dikarenakan informasi infrmasi yang disajikan adalah berupa ringkasan atas seluruh transaksi transaksi yang terjadi dalam satu periode dan juga terdapat pada saldo saldo dari rekening tertentu, maka tidak mungkin seluruhnya bisa tercover semua didalam laporan keuangan. Untuk itu umumnya pada laporan keuangan diberi keterangan tambahan terhadap informasi yang ada didalam laporan keuangan. bentuk bentuk informasi tambahan seperti catatan kaki atau lampiran. isinya biasanya seperti ini:

Pada laporan keuangan, ditulis dalam kurung "()" dibawah post yang bersangkutan atau memakai rekening tertentu
Prinsip Akuntansi yang digunakan
Perubahan perubahan, semisal adanya perubahan didalam penerapan prinsip akuntansi, taksiran, koreksi kesalahan, kesatuan usaha. Catatan ini sekaligus menunjukkan bagaimana perlakuan terhadap perubahan yang terjadi tersebut
Kemungkinan adanya laba atau rugi yang bersyarat
Kontrak kontrak pembelian atau kontrak penting lainnya,
Keterangan tambahan yang disusun untuk menunjukkan perhitungan yang lebih rinci dan detail terhadap suatu jumlah tertentu yang dirasa penting dan material
Informasi mengenai modal, seperti jumlah saham dan yang lainnya

7. Prinsip Pengakuan Pendapatan  (Revenue Recognition Principle)

Pendaptan adalah kenaikan harta yang diakibatkan oleh kegiatan usaha seperti penjualan, penerimaan bagi hasil, persewaan dan yang lainnya. Adanya aliran masuk aktiva atau harta yang ditimbulkan dari penyerahan baran ataupun jasa yang dilakukan oleh sebuah entitas usaha selama periode tertentu.
Dasar yang dipergunakan untuk mengukur besar kecilnya pendapatan adalah jumlah kas ataupun setara kas (ekuivalennya) yang diperoleh atas transaksi penjualan dengan pihak yang lain.
Pendapatan diakui ketika terjadi penjualan barang ataupun jasa, dan ada kepastian tentang jumlah besar kecilnya yang bisa diukur handal dengan harta yang diperoleh. Namun ketentuan ini tidak selalu bisa diterapkan sehingga akhirnya muncul ketentuan ketentuan lain untuk bisa mengakui pendapatan. Ketentuan lain ini semisal pengakuan pendapatan ketika produksi telah selai, selama barang diproduksi serta ketika kas atau yang setara kas telah diterima

8. Prinsip Mempertemukan  (Matching Principle)
Prinsip Matching dalam akuntansi maksudnya adalah biaya yang dipertemukan / di"matching"kan dengan pendapatan yang diterima, ini dimaksudkan untuk menetukan besar kecilnya penghasilan bersih ditiap periode.
Contoh dan penjelasan lebih dalam Matching Principle pada postingan: Pendapatan diterima Dimuka
Dalam prinsip ini sangat bergantung pada penentuan pendapatan, jika pengakuan pendapatan ditunda contohnya, maka pembebanan baya juga tidak bisa dlakukan hingga pendapatan diakui

Ada beberapa kesulitan pada prinsip ini semisal biaya biaya yang dikeluarkan tidak berhubungan langsung dengan pendapatan yang diterima, semisal, biaya administrasi yang tidak bisa dihubungakan dengan pendapatan perusahaan, Namun kasus seperti ini masih bisa diatasi dengan cara membebankan biaya yang dikeluarkan tersebut kedalam periode terjadinya pengeluaran, tidak disandingkan dengan pendapatan.

Biaya yang tidak bisa disandingkan dengan pendapatan tersebut sering disebut dengan Period Cost karena tidak memiliki keterkaitan yang langsung danjelas dengan pendapatan yang diterima.

Contoh biaya yang sulit dihubungkan dengan pendapatan yang lain semisal biaya biaya yang telah dikeluarkan memiliki hubungan yang jelas dengan produksi tapi manfaatnya tidak habis dalam satu periode, bermanfaat untuk beberapa periode. Untuk biaya yang dikeluarkan ini pembebanannya ditunda. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana pengalokasian biaya setiap periodenya dimana manfaat dari biaya yang dikeluarkan tersebut bermanfaat diperiode berikutnya. Contoh Pembelian Gudang ataupun mesin yang bermanfaat untuk beberapa periode, bukan hanya bermanfaat ketika pembelian aset tersebut terjadi.

Sebagai efek dari prinsip ini adalah dipergunakan Accrual Basis didalam pembebanan biaya, yang akhirnya memunculkan jurnal penyesuaian pada setiap akhir periode untuk mempertemukan pendapatan dan biaya

9. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
Prinsip Konsistensi adalah prinsip dimana metode metode atau prinsip akuntansi yang dipergunakan dalam pelaporan keuangan tetap digunakan secara konsisten, tidak berubah ubah metode dan prosedur. Hal ini berguna agar laporan keuangan yang dihasilkan bisa dibandingkan dengan laporan keuangan pada periode periode sebelumnya sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi user sebagai dasar pengambilan keputusan.

Metode dan prosedur yang dipergunakan perusahaan dalam proses akuntansi harus dilakukan dan diterapkan secara konsisten dari periode ke periode, sehingga bisa dengan cepat diketahui apabila ada perbedaan perbedaan dengan metode yang sama

Prinsip ini tentu tidak bermaksud untuk melarang sebuah pergantian metode akuntansi, perusahaan boleh mengadakan pergantian metode yang dipakainya namun perusahaan harus menjelaskan dalam laporan keuangan mengapa terdapat pergantian metode, apakah alasan alasan pergantian metode tersebut bisa diterima atau tidak.

10. Prinsip Materialitas
Penerapan akuntansi didasarkan pada teori untuk menyeragamkan seluruh aturan, namun kenyataannya tidak semua penerapan akuntansi itu mentaati teori teori yang ada, Maka dari itu tak jarang terjadi adanya pengungkapan informasi yang sifatnya material ataupun material

3. Bidang ilmu Akuntansi:
1.      Financial Accounting / Akuntansi Keuangan
2.      Management Accounting / Akuntansi Manajemen
3.      Cost Accounting / Akuntansi Biaya
4.      Tax Accounting / Akuntansi Pajak
5.      Auditing / Akuntansi Pemeriksaan
6.      Budgetary Accounting / Akuntansi Anggaran
7.      Government Accounting / Akuntansi Pemerintahan
8.      Education Accounting / Akuntansi Pendidikan
9.      Accounting System / Sistem Akuntansi
10.  International Accounting / Akuntansi Internasional

4. Ada empat jenis profesi akuntan, sebagai berikut:

1. Akuntan Perusahaan (Intern)
Akuntan perusahaan (intern) adalah akuntan yang bekerja di suatu perusahaan dan bertanggung jawab terhadap masalah akuntansi di perusahaan tersebut. Ruang lingkup tugas dari akuntan perusahaan adalah:
a. menyusun sistem akuntansi yang diperlukan perusahaan;
b. menyusun laporan keuangan bagi pihak intern dan ekstern;
c. menyusun anggaran perusahaan;
d. melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan sistem akuntansi dan anggaran;
e. menyelesaikan masalah-masalah perpajakan, seperti penghitungan pajak.

2. Akuntan Publik
Akuntan publik adalah akuntan yang memberikan jasa dalam bidang akuntansi bagi perusahaan atau organisasi bisnis dan nonbisnis. Akuntan publik bersifat independen (bebas) tidak seperti akuntan perusahaan yang terikat pada kepentingan perusahaan. Jasa akuntan publik yang utama adalah memeriksa laporan keuangan suatu organisasi apakah telah sesuai dengan SAK. Akuntan publik juga menawarkan jasa konsultasi di bidang manajemen, perpajakan, penyusunan laporan keuangan, dan sebagainya. Agar bisa menjadi akuntan publik, seseorang harus lulus ujian profesi dan memiliki nomor register akuntan yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan RI.

3. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembagalembaga pemerintah dan bertugas mengendalikan, dan memeriksa penggunaan keuangan atau kekayaan negara dan membuat laporan hasil pemeriksaan. Akuntan pemerintah umumnya bekerja di Departemen  Keuangan (Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan Negara), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

4. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang memiliki tugas utama mengajarkan dan mengembangkan akuntansi, misalnya dosen dan guru mata pelajaran akuntansi.

5. Tata buku adalah urusan catat-mencatat dan hitung-menghitung keuangan di perniagaan
sedangkan akutansi adalah pengukuran,penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer,investor,otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan didalam perusahaan,organisasi, dan lembaga pemerintah

6. Teradapat 3 proses didalam Akuntansi:

 1. Tahap Pencatatan dan Penggolongan (Pencatatan Bukti Transaksi Keuangan)

Untuk memulai semua proses tentu saja kita membutuhkan data secara otentik dan akuntable, karena itulah pada tahap pertama kita harus mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi, pencatatan yang detail akan sangat memudahkan menganalisis arus kas (cash flow) perusahaan.
Setelah data-data kita catat berdasarkan bukti transaksi berupa nota/kwitansi atau tanda transaksi lain maka step selanjutnya kita menggolongkan pengeluaran tersebut.
Tujuan penggolongan tersebut untuk memudahkan kita dalam menganalisis data keuangan tersebut. Step-step pencatatan serta penggolongan transaksi keuangan tersebut antara lain :
1.      Pembuatan/penyusunan bukti-bukti transaksi, baik transaksi internal ataupun eksternal perusahaan.
2.      Pencatatan setiap transaksi pada jurnal tertentu (jurnal umum atau khusus).
3.      Catat hasil pencatatan di jurnal tersebut ke laporan buku besar.

2. Tahap Peringkasan Laporan Keuangan

Tahap kedua adalah meringkas laporan yang telah kita buat tadi. Tujuan peringkasan laporan keuangan agar memudahkan kita dalam menganalisis data. Semakin ringkas dan jelas maka semakin bagus. Pada tahap peringkasan ini kita harus melalui dalam beberapa step seperti berikut ini:

1.      Merancang neraca saldo, datanya berasal dari saldo-saldo di buku besar.
2.      Menyusun jurnal penyesuaian, tahap ini bertujuan untuk menyesuaikan/menyelaraskan fakta / keadaan yang sesungguhnya di akhir periode, serta menyusun neraca lajur yang digunakan untuk mempermudah dalam proses penyusunan laporan keuangan.
3.      Pembuatan jurnal penutup, pembuatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat laba dan rugi perusahaan (neraca keseimbangan) serta untuk menutup perkiraan / temporary account.
4.      Membuat neraca saldo setelah penutupan, di perlukan untuk mengecek pencatatan kembali pada periode selanjutnya.
5.      Menggunakan informasi dari data tersebut untuk pengambilan keputusan/kebijakan. Misalnya untuk perluasan usaha, investasi, dll.
6.      Menyusun jurnal pembalik, berfungsi untuk mengantisipasi kesalahan pencatatan pada periode selanjutnya.

3. Tahap Laporan Keuangan atau Financial Statements

Tahap paling akhir ialah pembuatan/perumusan laporan keuangan atau financial statements. Laporan tersebut hasil dari analisis di tahap kedua tadi. Ada beberapa tahap untuk melakukan analisa laporan keuangan, tahap laporan keuangan sebagai berikut :

1.      Laporan Neraca (Balance Sheets) adalah laporan keuangan untuk menunjukkan posisi assets atau aktiva, Liabilities atau hutang, serta Equity atau modal.
2.      Laporan Rugi Laba (Income Statments) adalah laporan keuangan yang terdiri dari seluruh beban pengeluaran serta pendapatan/income sehingga diperoleh nilai laba dan rugi.
3.      Laporan Perubahan Modal (Equity Statements) adalah inti dari laporan keuangan yang berisi informasi tentang perubahan modal perusahaan, misal jumlah modal yang disetor di awal (capital stock), saldo laba periode berjalan (current earning), tambahan modal disetor (paid-in capital), serta saldo laba ditahan (reatained earning).
4.      Laporan Arus Kas (Cash Flow Statments) adalah bagian dari laporan keuangan dalam periode tertentu yang berisi aliran dana kas baik masuk ataupun keluar. Biasanya di golongkan berdasarkan arus kas dari aktivasi investasi, aktivasi operasi, serta aktivasi pendanaan.
5.      Catatan atas Laporan Keuangan adalah laporan tambahan yang berisi catatan informasi yang lebih detail tentang akun tertentu sehingga memberikan nilai yang lebih komprehensif dari suatu laporan finansial perusahaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar